Imam Ja’far al-Shadiq berkata, “Seorang
lelaki dari Bani Israil selama tiga tahun berdoa agar Allah mengaruniainya
seorang anak lelaki. Namu doanya tidak terkabul. Tatkala menyadari bahwa Allah
tidak mengabulkan doanya, ia bekata, “Ya Allah! Apakah aku jauh dari-Mu
sehingga Engkau tidak mendengar suaraku, ataukah Engkau dekat tetapi tidak
menjawab permintaanku?”
Dalam mimpinya, seseorang
mendatanginya dan berkata, “Sesungguhnya engkau memohon kepada Allah dengan
lisan ia-sia dan hati yang kotor dan tidak bertakwa, serta niat yang tidak
benar. Karena itu, tinggakanlah pembicaraan yang tidak bermanfaat, dan sucikanlah
hati dan niatmu, agar doamu dikabulkan.” Kemudian ia melaksanakan nasihat itu
lalu memanjatkan doa. Dan Allah pun mengabulkan doanya serta mengaruniainya
seorang anak lelaki.”
No comments:
Post a Comment