Friday, August 31, 2012

Kisah XIII : SYAFAAT BAGI SIAPA ?


            Seorang ulama menceritakan bahwa seorang penyair bernama Hajib dalam memahami syafaat. Ia melantunkan syair ini :

            Jika Hajib bertransaksi di hari kebangkitan dengan Ali bin Abi Tholib
            Berbuatlah dosa sesukamu, dan saya akan menjamin

            Di malam hari, ia bermimpi berjumpa dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib dalam keadaan marah dan berkata kepadanya, “Engkau tidak melantunkan syair yang bagus.”

Thursday, August 30, 2012

Kisah XII : SYARAT TERKABULNYA DOA


            Imam Ja’far al-Shadiq berkata, “Seorang lelaki dari Bani Israil selama tiga tahun berdoa agar Allah mengaruniainya seorang anak lelaki. Namu doanya tidak terkabul. Tatkala menyadari bahwa Allah tidak mengabulkan doanya, ia bekata, “Ya Allah! Apakah aku jauh dari-Mu sehingga Engkau tidak mendengar suaraku, ataukah Engkau dekat tetapi tidak menjawab permintaanku?”

Wednesday, August 29, 2012

Kisah XI : KOTA TANPA KEKURANGAN


            Imam Muhammad al-Baqir menceritakan bahwa salah seorang raja dari Bani Israil menyatakan, “Saya akan membangun sebuah kota yang sama sekali tidak memiliki kekurangan. Tak seorang pun yang akan menemukan cacat dan kekurangannya.” Kemudian ia memerintahkan para pekerja dan ahli bangunan untuk membangun kota itu. Setelah selesai dibangun, orang-orang sibuk menyaksikan kota itu dan semuanya sepakat bahwa kota tersebut tiada tandingannya dan tak memiliki cacat dan kekurangan apapun.
            Namun, seorang lelaki menghampiri sang raja dan berkata, “Jika Anda menjamin keselamatan saya dan jiwa saya dalam keadaan aman, saya akan menyebutkan cela dan kekurangan kota ini.”
“Aku menjamin keselamatanmu, “jawa Raja.

Tuesday, August 28, 2012

Kisah X : HASIL BELAS KASIH


            Alkisah, seseorang yang saleh memiliki sahanat yang sudah emninggal dunia. Selang beberapa waktu, ia melihatnya dalam mimpi. Ia bertanya kepada temannya itu, “Apa yang dilakukan Tuhan kepadamu?”

            Temannya menjawab, “Aku diletakkan di sisi Tuhan dan diberi kabar gembira dengan ampunan. Lalu aku mendengar suara dari sisi Allah : Tahukah engaku mengapa Aku mengampunimu? Ku menjawab, “Dikarenakan amal –amal baikku”. Muncul jawaban : Bukan. Aku menjawab, “Dikarenakan keikhlasanku dalam beribadah. Bukan. Aku menjawab, “Dikarenakan amalan ini dan itu.” Bukan, semua itu bukan perkara yang menyebabkan Aku mengampunim”, tegas suara itu.

Monday, August 27, 2012

Kisah IX : MEMBUAT LUPA, SENJATA AMPUH SETAN


Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahuinya. (Ali Imran : 135)

Tatkala ayat ini diturunkan (yang menyatakan bahwa mereka bertobat dan tobatnya diterima di sisi Allah), iblis merasa khawatir lalu pergi ke gunung Tsaur (gunung tertinggi di Mekkah). Di situ, ia berteriak dengan suara paling lantang untuk memamnggil dan mengumpulkan para sahabat dan anak-anaknya. Setelah berkumpul, mereka menanyakan alasan seruan itu. 

Sunday, August 26, 2012

Kisah VIII : TERTAWA TIDAK PADA TEMPATNYA BERAKIBAT DOSA


            Seorang penduduk padang pasir menemui Rasulullah saw dengan menunggangi anak untanya. Ketika berjumpa dengan Rasulullah saw, ia pun memberi salam. Ia ingin mendekat dan bertanya kepada Rasulullah saw. Namun untanya malah berbalik ke belakang dan berlari menjauh. Jadinya, ia pun semakin jauh dari Nabi saw. Peristiwa ini terjadi berulang-ulang sampai tiga kali.

Saturday, August 25, 2012

Kisah VII : BEBAN DERITA KEMATIAN


            Nabi Yahya as putera Nabi Zakaria as adalah nabi yang hidup semasa Nabi Isa as. Ia sangat dekat dan bersahabat dengan Nabi Isa as. Nabi Yahya as maninggal dunia. Selang beberapa waktu, Nabi Isa as berziarah ke kuburnya dan memohon kepada Allah untuk menghidupkannya kembali. Doanya terkabul. Nabi Yahya hidup kembali dan keluar dari liang kubur. Ia berkata kepada Nabi Isa as, “Apa yang engkau inginkan dariku?”. Nabi Isa menjawab, “Aku menginginkan sebagaimana engkau di dunia dekat denganku. Sekarang engkau juga dekat denganku dan menjadi sahabat karibku.”

Friday, August 24, 2012

Kisah VI : KHARISMA IMAM MUSA AL-KAZHIM


            Nafi’ al-Anshari tengah berdiri di samping istana Harun al-Rasyid (khalifah kelima Dinasti Abbasiah). Tiba-tiba ia melihat seseorang sedang menunggang keledai keledai sedang mendekati istana. Tatkala penjada istana melihatnya, ia langsung menghormat dan menyambutnya. Penjaga itu segera masuk ke dalam istana dan meminta izin. Tak lama, penunggang keledai itu masuk istana.

Nafi’ al-Anshari bertanya kepada Abdul Aziz (salah seorang yang kebetulan berada di sana), “Siapakah orang yang mendapat penghormatan luar biasa itu?”

Abdul Aziz menjawab, “Ia adalah kepala dari putera Abu Tholib dan pemimpin keturunan Muhammad saw ; Musa bin Ja’far al-Kazhim.”

Nafi’ berkata, “Saya tidak pernah menjumpai seseorang yang lebih lemah dan lebih hina dari para penjaga pintu gerbang istana Harun ; mereka menghormati sedemikian rupa orang yang dapat meruntuhkan kerajaan. Ketahuilah jika nantinya ia (Imam Musa al-Kazhim) keluar, aku akan bersikap kepadanya sedemikian rupa, sehingga ia tampak kecil dan hina.”

Thursday, August 23, 2012

Kisah V : RAHASIA PENYEMBUHAN


Seorang lelaki menikah dengan seorang wanita yang telah bertahun-tahun tidak melahirkan anak. Ia tahu bahwa istrinya mandul. Kemudian ia membawanya ke dokter dan menuturkan kejadian yang sebenarnya. Ia berharap dokter dapat memberinya jalan keluar.

Wanita itu tergolong gemuk dan penuh lemak. Tatkala memeriksa denyut nadinya dan mengukur tekanan darahnya, dokter itu tahu bahwa jantungnya terbungkus lemak yang cukup tebal. Ia tahusebab menapa ia mandul, ia mengalami kegemukan. Lalu ia berbisik ke telinga sang suami dengan intonasi yang dapat didengar sang istri, “Istrimu tak akan hidup lebih dari 40 hari.” Wanita itupun mendengar bisikian dokter. Ia lalu tenggelam dalam kesedihan siang dan malam. Ia merasa sedih dan gelisah, sehingga enggan makan dan minum. Itu menyebabkan hari demi hari tubuhnya semakin kurus. Namun, setelah 40 hari berlalu, ternyata ia masih tetap hidup. Setelah dua bulan, suaminya menemui dokter dan berkata, “Alhamdulillah, istriku tidak mati, sekalipun telah lebih dari 40 hari, yakni dua bulan sejak kedatangan kami kepada anda.”

Dokter berkata, “Sekarang gaulilah istrimu. Niscaya anda akan memperoleh anak.”

Lelaki itu bertanya, “Mengapa begitu? Setelah bertahun-tahun mandul, mungkinkah istriku dapat melahirkan anak?”


Wednesday, August 22, 2012

Kisah IV : KEMURAHAN ALLAH TIADA BATAS


Nabi Ibrahim as adalah pribadi yang amat senang menerima tamu. Suatu hari seorang Majusi mengunjungi rumah Nabi Ibrahim as dan berharap diterima sebagai tamunya. Nabi Ibrahim as berkata kepadanya, “Kalau engkau menerima Islam (yakni menerima agama hanif-ku) maka aku akan menerimamu. Kalau tidak, aku tak akan menerimamu sebagai tamuku.”
Allah SWT berfirman kepada beliau : Wahai Ibrahim ! Engkau mengatakan kepada orang Majusi itu, jika ia enggan menerima Islam, maka engkau tidak layak menjadi tamumu dan memakan makananmu, padahal selama 70 tahun ia dalam keadaan mengingkari-Ku (kufur kepada-Ku), dan Aku senantiasa memberinya rezeki dan makanan. Apa beratnya jika semalam saja engkau memberinya makan ?