Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka
mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahuinya. (Ali Imran : 135)
Tatkala ayat ini diturunkan (yang
menyatakan bahwa mereka bertobat dan tobatnya diterima di sisi Allah), iblis
merasa khawatir lalu pergi ke gunung Tsaur (gunung tertinggi di Mekkah). Di
situ, ia berteriak dengan suara paling lantang untuk memamnggil dan
mengumpulkan para sahabat dan anak-anaknya. Setelah berkumpul, mereka
menanyakan alasan seruan itu.
Ia
menjawab, “Telah turun sebuah ayat (berkenaan dengan tobat, yang mana itu akan
membuat semua usaha yang kita lakukan sia-sia belaka). Siapa di antara kalian
yang memiliki usul dan jalan keluar untuk mengatasi persoalan ini?”
Salah
satu dari mereka berkata, “Saya akan mengajak manusia untuk melakukan dosa ini
dan itu, sehingga pengaruh ayat tersebut akan berkurang.” Namun iblis menolak
usul tersebut. Setan lain juag mengusulkan hal yang sama. Namun sekali lagi
iblis menolaknya. Setan ketiga, keempat, dan seterusnya memberi usulan, namun
kembali ditolak oleh iblis.
Sampai
akhirnya setan yang amat berpengalaman bernama al-waswas al-khonnas datang dan berkata, “Saya akan mengatasi
kesulitan ini.” Iblis bertanya, “Bagaimana caranya?” Al-khonnas menjawab, “Aku akan memberi janji-janji dan angan-angan
kepada mereka sehingga mereka tercemari dosa, kemudian aku membuat mereka lupa
beristighfar (maksudnya, membuatnya lupa dan menjauhkan manusia dari keinginan
bertobat).”
Dalam
hal ini, iblis menerima pendapat dan usulan tersebut, dan berkata, “Tugas ini
untukmu.” Dan tugas inipun dilaksanakan al-khonnas
sampai hari kiamat.
Di
sini perlu diperhatikan bahwa kata “al-khonnas”
berarti “pembisik”, sedangkan kata “khonnas”
berarti lari dan bersembunyi. Ini mengingat setan akan lari bersembunyi tatkala
nama Allah disebut-sebut.
No comments:
Post a Comment