- Ketika berusia setahun, ibu siapkan makanan dan memandikan kita. Cara kita mengucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.
- Apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain. Kita ucapkan terima kasih dengan cara berlari sambil ketawa apabila dipanggil.
- Menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan kita makanan dengan penuh rasa kasih sayang. Kita ucapkan terima kasih dengan menumpahkan makanan ke lantai.
- Ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna. Kita ucapkan terima kasih dengan mencoreng dinding.
- Berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru. Kita ucapkan terima kasih dengan bergolek-golek di tempat kotor.
- Setelah berusia 6 tahun, ibu menggandeng tangan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menjerit ; tidak mau ! tidak mau !
- Saat berusia 7 tahun, ibu belikan sebuah bola. Kita ucapkan terima kasih dengan melemparkan bola sehingga memecahkan kaca tetangga.
- Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan es krim. Kita ucapkan terima kasih dengan mengotorkan pakaian ibu.
- Ketika berusia 9 tahun, ibu mengantar ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan buru-buru masuk kelas.
- Berusia 10 tahun, ibu mengahbiskan waktu sehari untuk menemani kita ke mana saja. Kita ucapkan terima kasih dengan tidak bertegur sapa dengannya.
Thursday, February 17, 2011
KASIH SAYANG SEORANG IBU PADA KITA
Tuesday, February 1, 2011
MEMAKNAI CINTA bag.3
Cinta pada pandangan pertama bermula dari sinar cinta yang menuju ke mata, kemudian sinar tersebut dibiaskan hingga medan hati, sehingga timbul getaran-getarasn partikel cinta hingga terjadi vibrasi perasaan pada orang lain, saat inilah timbul suatu medan cinta yang menumbuhkan daya tarik dari pada seseorang.
Cinta akan membuat pahit terasa manis, tembaga terlihat emas, yang keruh terlihat jernih, sakit akan menjadi obat, yang mati akan menjadi hidup, dan menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya.
Kebiasaan adalah salah satu penyebab timbulnya cinta yang didasarkan atas kecocokan dan saling pengertian. Kebiasaan dan kebersamaan itu menumbuhkan keyakinan. Kebiasaan ini beragam bentuknya, misalnya, kebiasaan becakap bersama, kebiasaan mengikuti jejak seorang yang di kasihi, melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang yang dicintai, kebiasaan jalan bersama, dan melakukan hal yang disukai bersama-sama.
Sikap kepatuhanakan mendorong kemauan untuk rela berkorban, apalagi kepada kekasih qt, merupakan sikap yang baik, tetapi sikap pengorbanan itu harus berdasarkan keikhlasan, bukan demi suatu tujuan tertentu. Pengorbanan itu amal soleh yang akan mendapatkan balasan jauh lebih besar, maka berkorbanlah untuk orang lain karena Allah semata. Hanya Allah yang akan membalas keikhlasan qt.
Cinta selalu ada dan akan selalu terjadi pada dua insan berbeda yang saling tertarik. Pada dasarnya, ketertarikan hanya terjadi pada sesuatu yang berlawanan, karena pada yang demikian akan tercipta keteraturan, saling melengkapi, dan menguatkan.
Cinta terasa begiu indah, menyenangkan hati, membuat segar pandangan, dan sangat mempesona pada saat menghampiri kita. Cinta datang dapat dengan apa saja, karena cinta tak berwujud, tetapi kehadirannya bias terasa meskipun kita tak bias melihatnya.
Cinta adalah cinta, sebuah cerita mistis, tapi romantic. Setiap orang bebas dan boleh berbeda dalam mendefinisikan cinta. Cinta bukan sekedar kata, bukan sekedar makna. Cinta itu boleh merupakan kata yang tak bemakna atau makna yang tak terkata-kata atau justru kata yang tak terhingga maknanya.
Cinta adalah hakikat yang tak ada, tak tertulis, dan tak bias terdengar. Cinta adalah konsep yang abstrak, sehingga sulit untuk terdeteksi, bahkan secara ilmiah. Cinta hanya dapat ditemukan dengan segenap penjiwaan, kesungguhan, dan ketulusan. Cinta bukanlah sebuah larangan, bukan pula sesuatu yang haram. Cinta adalah urusan hati dan hati ada dalam genggaman Tuhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)