Thursday, February 17, 2011

KASIH SAYANG SEORANG IBU PADA KITA

  • Ketika berusia setahun, ibu siapkan makanan dan memandikan kita. Cara kita mengucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.
  • Apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain. Kita ucapkan terima kasih dengan cara berlari sambil ketawa apabila dipanggil.
  • Menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan kita makanan dengan penuh rasa kasih sayang. Kita ucapkan terima kasih dengan menumpahkan makanan ke lantai.
  • Ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna. Kita ucapkan terima kasih dengan mencoreng dinding.
  • Berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru. Kita ucapkan terima kasih dengan bergolek-golek di tempat kotor.
  • Setelah berusia 6 tahun, ibu menggandeng tangan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menjerit ; tidak mau ! tidak mau !
  • Saat berusia 7 tahun, ibu belikan sebuah bola. Kita ucapkan terima kasih dengan melemparkan bola sehingga memecahkan kaca tetangga.
  • Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan es krim. Kita ucapkan terima kasih dengan mengotorkan pakaian ibu.
  • Ketika berusia 9 tahun, ibu mengantar ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan buru-buru masuk kelas.
  • Berusia 10 tahun, ibu mengahbiskan waktu sehari untuk menemani kita ke mana saja. Kita ucapkan terima kasih dengan tidak bertegur sapa dengannya.
  • Ketika berusia 12 tahun, ibu menyuruh mengerjakan PR, kita ucapkan terima kasih dengan menonton tv.
  • Menjelang usia 13 tahun, ibu suruh memakai pakaian aurat. Kita ucapkan terima kasih dengan mengatakan “pakaian itu ketinggalan zaman.
  • Ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa berhemat untuk membayar asrama. Kita ucapkan terima kasih dengan tidak menulis sepucuk surat pun.
  • Berusia 15 tahun, ibu pulang kerja dan rindu pelukan. Kita mengatakan terima kasih dengan mengunci pintu kamar.
  • Menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira ketika kita diterima masuk perguruan tinggi negeri. Kita ucapkan terima kasih dengan bersuka ria dengan kawan-kawan.
  • Ketika berusia 19 tahun, ibu berusaha membayar iuran pengajian, mengantar ke kampus dank e asrama. Kita ucapkan selamat jalan pada ibu di luar asramakarena malu dengan kawan-kawan.
  • Berusia 20 tahun, ibu tanya kita ada teman istimewa kita berkata, “itu bukan urusan ibu!”
  • Setelah berusia 21 tahun, ibu mencoba memberikan pandangan mengenai kerja, kita berkata, “kita tidak mau seperti ibu”.
  • Saat berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot rumah untuk kita, kita mengatakan, “pilihan ibu tidak cantik, tak berkenan di hatiku”.
  • Menjelang usia 24 tahun, ibu bertemu bakal menantu dan bertanya tentang masa depan. Kita menjeling dan berkata, “ ibu tolonglah…!!!”
  • Ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menanggung biaya perkawinan. Kita ucapkan terima kasih dengan berpindah jauh.
  • Pada usia 30 tahun, ibu menelpon memberi nasehat dan petuah mengenai perawatan bayi. Kita ucapkan teria kasih dengan berkata, “itu dulu, sekarang zaman modern.
  • Ketika berusia 40 tahun, ibu mengigatkan acara d kampung. Kita mengatakan sibuk, tidak ada waktu untuk dating.
  • Ketika kita berusia 50 tahun, ibu jatuh sakit dan meminta untuk kita menjaganya. Kita bercerita kesibukan dan kisah ibu dan bapak yang menjadi beban.dankemudian, kita mendapat berita kematian ibu. Kabar itu bagaikan petirdi siang bolong. Dalam lelehan air mata, barulah segala perbuatankita terhadap ibu menerpa satu per satu.

No comments:

Post a Comment