Monday, June 4, 2012

PASAR MODERN vs PASAR TRADISIONAL

Selamat siang semua,...
Gmn kabarx....? mudah-mudahan baik-baik aja ya.
Kali ini El pengen share mengenai rahasia di balik PASAR MODERN dan PASAR TRADISIONAL.
Ada apa sih dibalik itu semua...ok langsung kita ke T...K...P

PASAR MODERN

KEUNTUNGAN
Di samping ini adalah gambar salah satu pasar modern. Dari gambar tersebut sudah terlihat bersih, rapi dan yang tak kalah penting adalah dingin. hehehehe
Siapa pun bisa masuk ke dalamnya, baik dari kalangan atas, tengah, sampai bawah pun bisa menikmati berbelanja di sana.
Siapa yang tak betah saat berada di gedung tersebut, apalagi waktu belanja siang hari, di luar panas banget, di bandingkan dengan suhu yang ada di dalam pasar modern, diiingiiiiinnn. Pasti betah banget di dalam, kalau bisa mpe malem di dalam, apalagi bareng pacar, wadduuuhh..gak kebayang gimana betahnya tuuhh...hehehe
Selain dari segi suhu, para pegawai yang melayani setiap pembeli itu bening-bening, cuantik-cuantik, mulus-mulus, DE EL EL menambah tingkat kebetahan si pembeli, apalagi yang para jomblo, wah gak cuma betah tapi ketagihan pengen dateng ke pasar modern tiap hari..ada pengecualian sobat, bagi yang udah punya pasangan, yah paling bisa ngintip dikit-dikit...hehehe
Banyak fasilitas yang jalan sendiri, seperti eskalator, yang memanjakan para pengunjung dan pembeli agar tidak capek, maklum jarang ada yang menyediakan kursi gratis untuk duduk. Para pengunjung dan pembeli bisa naik turun lantai gak pake berkeringat, cukup pegangan, nunggu bentar, udah sampai deh.

KERUGIAN
(Nyambung dari eskalator) Tapi hal tersebut mengajarkan kita pada budaya malas untuk berjalan, membuat sendi-sendi tulang tidak bergerak, hal itu bisa mengakibatkan persendian terasa linu, sakit, dll karena pergerakan disetiap sendi-sendi tulang akan menghasilkan cairan yang akan melumasi tulang, khususnya tulang engsel sehingga tidak cepat karat...hehehe kayak motor aja.
Selain itu, tingkat interaksi antar individu di pasar modern cenderung rendah, jarang ada yang senda gurau, ngobrol panjang lebar, dan hal ini yang terpenting, tidak ada perputaran ekonomi yang terjadi  yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Lebih detailnya, pembeli setelah membayar hanya mendapatkan barang yang di jual, sedangkan penjual mendapatkan laba besar lalu uang yang diperoleh dibuat untuk membayar pajak pada pemerintah. Dari situ tidak ada saling memberi dan menerima manfaat yang signifikan dari kedua belah pihak,sebatas proses jual beli, beda dengan pasar tradisional yang akan kita bahas nanti.
Terakhir, tanggungan yang harus dibayarkan oleh pemilik pasar modern kepada pemerintah sangat besar, hal tersebut mengakibatkan harga barang-barangnya begitu mahal saat kita bandingkan dengan harga di pasar tradisonal. Tanggungan yang tinggi tersebut misal dari Pajak Bumi Bangunan, listrik yang sangat besar yang mengakibatkan salah satunya pemadaman listrik bergilir disetiap rumah salah satu sebabnya dari besarnya watt yang dikeluarkan pasar modern, dan masih banyak lagi lainnya.

PASAR TRADISIONAL

 KERUGIAN
Gambar di samping menunjukkan situasi di pasar tradisonal. 
Pasti para sobat pernah ke pasar tradisoanal, dan yang dirasakan pun tidak jauh beda, yaitu antara lain bau amis, kotor, jorok, becek, panas, ramai, banyak kucing keliaran, kecoa, tikus, mayoritas penjualnya udah  kakek nenek, meskipus ada yang masih muda.
Selain itu, rata-rata barang yang di jual, seperti ikan laut, sayuran, bumbu-bumbu yang sudah diolah, hanya bisa terlihat segar di pagi hari, agak siang sudah terlihat layu atau tidak segar lagi, kecuali barang yang tahan lama, seperti pecah belah, sepatu, sandal, baju, dll otomatis pasti selalu segar. hehe
Dari situasi itu, yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut akan merasa tidak betah, pengen cepet-cepat pulang, nyampe rumah langsung mandi, ganti baju, DE EL EL.

KEUNTUNGAN
Setelah kita dalami lebih lanjut, ternyata terdapat sisi positif yang ada pada pasar tradisional. 
Pembeli bisa memilih barang yang di cari tidak hanya pada satu penjual, misal penjual sayur, pasti lebih dari satu penjual yang menyediakan sayur-sayuran, sehingga pembeli bisa merasa puas dengan pilihannya sendiri. Dan pembeli tidak akan merasa keberatan untuk membayar, karena harga barang-barang di pasar tradisional bisa dikatakan lebih terjangkau, meskipun barang-barangnya sama seperti yang ada di pasar modern. Hal tersebut disebabkan karena pajak yang ditanggung para penjual tidak terlau berat.
Dari sisi lain, terdapat keuntungan yang sangat berharga, yaitu tingkat interaksi antar individu sangat tinggi. Obrolan-obrolan ringan sampai berat ada di dalamnya, senda gurau terlihat sangat mengasyikkan, tidak jarang antara pembeli dan penjual yang saling kenal, terdapat bonus penjulan yang akan diterima pembeli, dan terkadang tidak sedikit yang diberikan penjual kepada pembeli. Tidak jarang pula terlihat segerombolan cangkrukan yang disitu tersedia kopi, teh, makanan, yang menjadi tempat sharing, tukar pendapat, tertawa meskipun sudah kakek nenek, mungkin merasa enjoy kali ya sampai gak inget umur,heheh dan lain sebagainya, sehingga interaksi sangat terlihat hidup.
Pasar tradisional memberikan banyak pelajaran, salah satunya bagaimana cara kita bernegosiasi yang baik, yang hal tersebut tidak kita jumpai di pasar modern. Pembeli bisa menawar harga serendah mungkin dengan syarat persetujuan pihak penjual. Ketika pembeli berhasil mendapatkan harga serendah mungkin, akan menimbulkan rasa kepuasan yang tinggi. kalau gak malu mungkin lompat-lompat kegirangan...hehhee Dari negosiasi itu, banyak yang akan didapatkan, misalnya mengajarkan seseorang untuk melatih verbal dan perfonmance, melatih individu yang kritis, dan attachment (kedekatan) antara pembeli dan penjual. Sungguh luar biasa
Terakhir, perputaran ekonomi di dalam pasar tradisional sangat hidup yang saling memberi dan menerima manfaat antara pembeli dan penjual, rasionalisasinya adalah pembeli membayar barang yang di beli sekaligus mendapatkan barang tersebut, sedangkan penjual mendapatkan laba dari barang dagangannya, tak jarang ketika pembeli dan penjual saling kenal, dan si pembeli memiliki hajatan/acara, misal pernikahan dan penjual datang ke acara tersebut sekaligus memberikan hadiah kepada pembeli. Nah, letak saling menguntungkannya disini, uang yang dibayarkan pembeli kepada penjual bisa berputar menjadi hadiah pernikahan bagi pembeli, hal tersebut merupakan perputaran ekonomi yang saling menguntungkan, beda dengan pasar modern, perputaran ekonomi hanya sebatas interaksi jual beli saja.

Hanya ini yang bisa saya share kepada para sobat mengenai pasar modern dan tradisonal, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan tentang pasar.

No comments:

Post a Comment