Friday, June 15, 2012

Kisah I : SEDEKAH MENUNDA AJAL

Selamat malam sobat . . .
Mohon maaf beberapa hari yg lalu gak bisa update tulisan, soalnya lg ada urusan yg gak bisa ditinggalin
Nah untuk kesemapatan kali ini, mungkin untuk ke depan juga, saya akan share kisah-kisah nyata ajaib yang ditulis Prof. Dasteghib dalam bukunya. Semoga kita bisa ambil faedahnya buat kehidupan kita.
Langsung aja…
Met membaca….!!!
*_*

Saya (penulis) mendengar dari sayyid uhammadal-Ridhawi bahwa sebuah penyakit kronis telah enimpa pamannya, Mirza  Ibrahim, sehingga para dokter tak mampu lagi menanganinya. Beliau lalu menyuruh kami untuk memberitahukan hal itu kepada seorang yang sangat alim, Syaikh Muhammad Jawad al-Bidabadi, sahabat dekat baliau.

Kami pun kemudian mengirimkan telegram ke Isfahan yang berisi tentang perihal penyakit kronis yang beliau derita. Tak lama, datanglah jawaban kepad kami, :Segeralah kalian bersedekah atas namanya sebesar 200 tuman (mata uang Iran). Semoga Allah menyembuhkan beliau dengan inayah-Nya.”
Waktu itu, jumlah 200 tumam tergolong besar sekali, tetapi kami menyediakannya lalu menyedekahkannya kepada fakir miskin. Secara tiba-tiba, sembuhlah Mirza Ibrahim al-Mahalaty dari sakitnya.


Selang beberapa waktu, beliau kembali terkena penyakit itu yang kedua kalinya, hingga dokter pun kembali tak mampu menanganinya. Karena itu, kami segera mengirimkan telegram kepada al-Bidabadi. Namun, beliau tak memberikan jawaban sehingga Mirza al-Mahalaty pun wafat karena penyakitnya itu. Dari sini, tahulah saya sebab tidak adanya jawaban dari beliau lantaran datangnya ajal yang bersifat pasti dan tak dapat ditunda dengan sedekah.

Dari kisah ini, ada dua hal yang dapat dipetik : pertama, bagi orang yang sakit, sedekah dapat mempercepat penyembuhan, bahkan menunda ajal. Berkait dengan masalah ini terdapat banyak riwayat dari Ahlul Bait Nabi saw yang berbicara tentang pengaruh sedekah bagi penyembuhan si sakit dan penangguhan ajalnya, sekaligus memperpanjang umur dan menolak 70 bencana. Banyak kisah yang membuktikan kebenaran hal ini ; bagi yang ingin mengetahuinya lebih lanjut silakan rujuk buku La Ali Al – Akhbar karya Tuwaisir Kani dan buku al-Kalimah at-Thayyibah karya al-Nuri. Kedua : apabila tiba ajal yang sudah ditetapkan bagi seseorang dan terus hidupnya orang tersebut akan bertentangan dengan hikmah Allah yang pasti, maka ketika itu hilanglah pengaruh doa dan sedekah, meski pahala dua hal ini masih dapat diraih.

No comments:

Post a Comment