Mohon maaf beberapa hari yg lalu
gak bisa update tulisan, soalnya lg ada urusan yg gak bisa ditinggalin
Nah untuk kesemapatan kali ini,
mungkin untuk ke depan juga, saya akan share kisah-kisah nyata ajaib yang
ditulis Prof. Dasteghib dalam bukunya. Semoga kita bisa ambil faedahnya buat
kehidupan kita.
Langsung aja…
Met membaca….!!!
*_*
Saya (penulis) mendengar dari
sayyid uhammadal-Ridhawi bahwa sebuah penyakit kronis telah enimpa pamannya,
Mirza Ibrahim, sehingga para dokter tak
mampu lagi menanganinya. Beliau lalu menyuruh kami untuk memberitahukan hal itu
kepada seorang yang sangat alim, Syaikh Muhammad Jawad al-Bidabadi, sahabat
dekat baliau.
Kami pun kemudian mengirimkan
telegram ke Isfahan yang berisi tentang perihal penyakit kronis yang beliau
derita. Tak lama, datanglah jawaban kepad kami, :Segeralah kalian bersedekah
atas namanya sebesar 200 tuman (mata
uang Iran). Semoga Allah menyembuhkan beliau dengan inayah-Nya.”
Waktu itu, jumlah 200 tumam tergolong besar sekali, tetapi kami
menyediakannya lalu menyedekahkannya kepada fakir miskin. Secara tiba-tiba,
sembuhlah Mirza Ibrahim al-Mahalaty dari sakitnya.
Selang beberapa waktu, beliau
kembali terkena penyakit itu yang kedua kalinya, hingga dokter pun kembali tak
mampu menanganinya. Karena itu, kami segera mengirimkan telegram kepada
al-Bidabadi. Namun, beliau tak memberikan jawaban sehingga Mirza al-Mahalaty
pun wafat karena penyakitnya itu. Dari sini, tahulah saya sebab tidak adanya
jawaban dari beliau lantaran datangnya ajal yang bersifat pasti dan tak dapat
ditunda dengan sedekah.
Dari kisah ini, ada dua hal yang
dapat dipetik : pertama, bagi orang
yang sakit, sedekah dapat mempercepat penyembuhan, bahkan menunda ajal. Berkait
dengan masalah ini terdapat banyak riwayat dari Ahlul Bait Nabi saw yang
berbicara tentang pengaruh sedekah bagi penyembuhan si sakit dan penangguhan
ajalnya, sekaligus memperpanjang umur dan menolak 70 bencana. Banyak kisah yang
membuktikan kebenaran hal ini ; bagi yang ingin mengetahuinya lebih lanjut silakan
rujuk buku La Ali Al – Akhbar karya
Tuwaisir Kani dan buku al-Kalimah
at-Thayyibah karya al-Nuri. Kedua :
apabila tiba ajal yang sudah ditetapkan bagi seseorang dan terus hidupnya orang
tersebut akan bertentangan dengan hikmah Allah yang pasti, maka ketika itu
hilanglah pengaruh doa dan sedekah, meski pahala dua hal ini masih dapat
diraih.
No comments:
Post a Comment