Sobat El-Ay :)
Adakah rasa kasih sayang di dunia ini yang bisa mengalahkan rasa kasih sayang seorang ibu pada anaknya...?
Adakah rasa rela berkorban di dunia ini yang mampu menandingi rasa rela berkorban seorang bunda kepada anandanya...?
Adakah rasa rindu di dunia ini yang mampu melebihi rasa rindu orang tua, khususnya ibu kepada sang buah hatinya...?
Jawaban yang paling pas adalah TIDAK ADA...
Untaian doa seorang ibu kepada anaknya tak pernah terlewatkan di kesunyian malam, seiring dengan tetesan air mata penuh harapan kebahagian bagi sang buah hati.
Kata mutiara seorang ibu tak pernah terlupakan di telinga sang buah hati, akan selalu terngiang dalam benak dan hembusan nafasnya.
Nikmatnya buaian ibu tak terbatasi, hangatnya pelukannya tak tertandingi, kecupan bibirnya tak terlampaui sepanjang masa.
Jasanya yang begitu berharga sehingga Allah membayar dengan surgaNya berada di kaki ibu.
Semoga engkau bangga pada kami ibu, semoga air matamu terbayarkan dengan surgaNya, semoga keringatmu dalam mendidik terbayarkan dengan ampunanNya.
Kami akan selalu rindu dengan kehadiranmu di tengah-tengah kami, kami selalu rindu dengan nasehat-nasehatmu, kami akan selalu rindu dengan kecupan bibirmu, kami akan selalu rindu dengan lambaian tanganmu saat kami melangkahkan kaki.
Maafkan kami saat kalimat buruk keluar dari mulut kami untukmu, maaf segala kekurangajaran kami padamu.
Di bawah ini q kutipkan sekelumit motivasi bagi "sang buah hati" untuk selalu rindu pada SANG MANUSIA MALAIKAT, yaitu IBU....
SELAMAT MEMBACA
Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-tersedu. Pria itu menanyainya kenapa dan di jawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu."
Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." kemudian ia membelikan gadis itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang ke rumah. Gadis itu melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(diadaptasi dari : Rose for Mama - C.W. McCall)
Terima kasih...
semoga bermanfaat dunia akhirat.

No comments:
Post a Comment